04/03/2010
My Love

Ketika hari – hari penantian terasa begitu lama
Tanpa terasa butiran – butiran air matapun
Seringkali menetes membasahi sajadah
Lihatlah betapa besarnya harapan & dalamnya
Kerinduanku yang merindukan kedatanganmu
Kau telah mengisyaratkan dengan lirikan mata
Isyarat yang menggetarkan hati tanpa kata – kata
Aku yakin matamu berkata
“DABRO POZHALOVATH”
Mataku sama sekali tak pernah melihat
Pemuda sepertimu, sepertinya engkau tidak
Pernah dilahirkan oleh wanita manapun
Engkau dicipta bebas dari kekurangan
Seakan engkau dicipta sesuai kehendakmu
Perkataanmu bagai taman sepetak
Bertebaran emas dan perak
Dibalik tutur katamu seolah ada penyihir
Sedang mengeluarkan sihirnya
Kesan ucapan dari bibirmu
Bagaikan kebun yang dihiasi bunga
Aku mendapat seorang yang paling baik
Setelah Nabi dan Abu Bakar
Aku bersumpah mata takkan berhenti
Mengangis akan kubiarkan kulit menjadi lusuh dan berdebu
Tak pernah mata melihat pemuda sepertimu
Dalam perjuanganmu
Kau gigih, tangkas, dan sabar
Hai mata…
Berikan tatapan dan tangisan
Kepada dirinya…
Aku tak bisa tidur,
Mataku terjaga…
Oleh isi hati penuh ketakjuban…
“Keindahan cintamu terletak pada ketaatan yang sempurna, tidak ambisius terhadap selain yang engkau cintai dan tidak ridha kecuali kepada pendamping hidupmu.Bukan terletak pada jumlah yang dicintai”.
Leia Mais ►
My Love

Ketika hari – hari penantian terasa begitu lama
Tanpa terasa butiran – butiran air matapun
Seringkali menetes membasahi sajadah
Lihatlah betapa besarnya harapan & dalamnya
Kerinduanku yang merindukan kedatanganmu
Kau telah mengisyaratkan dengan lirikan mata
Isyarat yang menggetarkan hati tanpa kata – kata
Aku yakin matamu berkata
“DABRO POZHALOVATH”
Mataku sama sekali tak pernah melihat
Pemuda sepertimu, sepertinya engkau tidak
Pernah dilahirkan oleh wanita manapun
Engkau dicipta bebas dari kekurangan
Seakan engkau dicipta sesuai kehendakmu
Perkataanmu bagai taman sepetak
Bertebaran emas dan perak
Dibalik tutur katamu seolah ada penyihir
Sedang mengeluarkan sihirnya
Kesan ucapan dari bibirmu
Bagaikan kebun yang dihiasi bunga
Aku mendapat seorang yang paling baik
Setelah Nabi dan Abu Bakar
Aku bersumpah mata takkan berhenti
Mengangis akan kubiarkan kulit menjadi lusuh dan berdebu
Tak pernah mata melihat pemuda sepertimu
Dalam perjuanganmu
Kau gigih, tangkas, dan sabar
Hai mata…
Berikan tatapan dan tangisan
Kepada dirinya…
Aku tak bisa tidur,
Mataku terjaga…
Oleh isi hati penuh ketakjuban…
“Keindahan cintamu terletak pada ketaatan yang sempurna, tidak ambisius terhadap selain yang engkau cintai dan tidak ridha kecuali kepada pendamping hidupmu.Bukan terletak pada jumlah yang dicintai”.







